Rabu, 17 April 2013

Kebiasaan Makan Junk Food Pada Remaja dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Kebiasaan-Makan-Junk-Food-Pada-Remaja-dan-Dampaknya-Bagi-Kesehatan

Sebuah studi baru-baru ini meneliti tentang kebiasaan makan junk food di kalangan gadis remaja dan pengaruhnya pada kesehatan mereka. Studi ini menemukan bahwa pola makan para gadis remaja yang banyak diisi oleh makanan samapah alias junk food membuat mereka kekurangan asupan vitamin esensial sehingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.
Para ahli gizi menemukan bahwa pola diet sehari-hari yang berisi pizza, permen, dan minuman manis (bergula) memberikan dampak kesehatan yang cukup serius seiring dengan bertambahnya usia mereka.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa hampir separuh dari gadis remaja yang diteliti jarang mengkonsumsi buah, sayuran, dan ikan, menyebabkan asupan nutrisi penting mereka, seperti zat besi, magnesium, dan selenium, sangat rendah.

Zat besi, yang banyak terdapat di makanan seperti daging merah dan sayuran hijau, sangat penting untuk produksi sel darah merah yang sehat dan membantu menjaga otak tetap sehat. Magnesium yang bisa didapat dari kerang membantu menjaga tulang kuat, sementara selenium bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa satu dari sepuluh gadis remaja mendapatkan asupan kalsium yang sangat rendah, sehingga membuat mereka berisiko memiliki tulang yang rapuh dan mengalami patah tulang di usia tua mereka nanti.
Satu dari enam gadis remaja sangat rendah asupan yodiumnya, padahal yodium adalah mineral kunci untuk perkembangan otak janin dalam kandungan.
Menurut para peneliti, Carrie Ruxton, seorang ahli gizi independen, dan Emma Derbyshire, ahli gizi dari Manchester University, pola diet anak remaja ini sangat buruk karena pada tahapan usia mereka ini, mereka mulai bisa memilih makanan sendiri bahkan melewatkan waktu makan mereka.
Dr. Ruxton menyatakan, “Sementara kondisi seperti penyakit jantung dan kanker banyak menjangkiti orang pada usia 40, 50, dan 60an, tahap awal penyakit tersebut terjadi beberapa dekade sebelumnya.”. Ini artinya bahwa pola diet kita semasa remaja akan memberikan pengaruh besar bagi kondisi kesehatan di usia tua kita. Dr. Ruton menambahkan bahwa sangat penting bagi para remaja untuk menjalani diet seimbang, tidak hanya pada saat mereka remaja, tetapi juga sepanjang hidup mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar