Senin, 12 Mei 2014

Mitos di balik gurihnya pecel lele

Mitos di balik gurihnya pecel lele

MERDEKA.COM. Saat mendengar pecel lele, terutama bagi yang pernah menikmatinya, pasti teringat pengalaman rasa gurih plus pedasnya sambal terasi. Namun tak banyak orang tahu, sebenarnya di balik nikmatnya rasa pecel lele itu ternyata menyimpan mitos.
Karena mitos ini pula, banyak orang enggan mengonsumsi ikan air tawar tersebut. Misalnya bagi orang-orang Lamongan, Jawa Timur. Sebab menurut kisah tutur masyarakat setempat, ada hikayat pantangan memakan lele sejak leluhur mereka.

Seperti dikisahkan dalam buku berjudul: Sajen dan Ritual Orang Jawa, yang ditulis Wahyana Giri MC. Dia berkisah tentang cerita tutur lama masyarakat setempat, bahwa ada alasan kenapa orang Lamongan tidak makan pecel lele.
Ceritanya begini. Konon, bermula dari Sunan Giri yang datang menyiarkan agama Islam di wilayah pesisir utara (pantura) Pulau Jawa, di antaranya ke Tuban, Lamongan, Gresik, hingga Surabaya. Kisah lele menjadi pantangan orang Lamongan ini terkait dengan kisah Mbah Boyopati--leluhur orang Lamongan.

Ceritanya, pada suatu waktu Sunan Giri singgah ke Lamongan dan bertandang ke rumah Mbok Rondo di Dusun Barang, Lamongan. Anggota Wali Songo yang punya nama lain Sultan Abdul Faqih ini, seperti biasanya melepas semua pusaka yang dia miliki agar kedatangannya tidak menakutkan.
Setelah bertamu dia lalu pulang. Betapa kaget dia melihat ternyata tak satu pun pusakanya tersisa. Dia pun memanggil Ronggo Hadi sang penguasa Lamongan untuk ikut mencari pusakanya. Singkat cerita, Ronggo Hadi lalu meminta bantuan pemuda sakti bernama Boyopati mencari pusaka. Si pemuda sakti ini dengan mudah menemukan pusaka milik Sunan Giri itu.

Saat akan dibawa pulang, Joko Luwuk murid Sunan Giri ternyata kesengsem dengan pusaka milik gurunya itu. Joko Luwuk pun ingin merebut pusaka gurunya. Karena ingin mengamankan pusaka Sunan Giri sekaligus menyelamatkan diri dari kepungan bala pasukan Joko Luwuk, maka Boyopati memilih terjun ke dalam sungai yang dipenuhi ikan lele ganas.

Melihat sungai yang dipenuhi ikan lele, pasukan Joko Luwuk mengira Boyopati bakal mati dimakan lele.Tapi ternyata di luar dugaan, ikan lele itu tidak menggigit dan mematil Boyopati. Mereka justru mengamankan pemuda sakti itu.
Sambil meninggalkan sungai, Joko Luwuk bersumpah anak keturunannya tidak akan makan lele sampai kapan pun. Dan mitos mengenai keberadaan Boyopati di dasar sungai itu sampai sekarang masih dipercayai banyak warga Lamongan. Mereka tidak akan makan lele meski dimasak dengan cara apapun.

Anak buah tersangka korupsi proyek Transjakarta, ini kata Jokowi

Anak buah tersangka korupsi proyek Transjakarta, ini kata Jokowi

MERDEKA.COM. Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono telah ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta. Sebelumnya, Kejagung juga telah menetapkan dua tersangka kasus korupsi tersebut yaitu Sekretaris Dishub DKI Jakarta Drajat Adhyaksa dan kuasa pengguna anggaran tender pengadaan bus transjakarta Setio Tuhu.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo enggan mengomentari lebih jauh penetapan tersangka satu anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) tersebut. Menurut Jokowi, keputusan tersebut merupakan wilayah hukum.

"Ya itu wilayahnya wilayah hukum," ujar Jokowi usai bertemu para duta besar di Restoran Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/5).

Menurut Jokowi, saat ini Udar belum dicopot dari jabatannya lantaran masih menunggu vonis hakim. "Ya kan belum diputuskan benar atau salah. Itu kan belum divonis," kata dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung resmi menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono sebagai tersangka. Pristono diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan armada bus Transjakarta senilai Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum reguler senilai Rp 500 miliar.

"Tim penyidik kembali menambah jumlah dua tersangka kembali mengingat terdapat bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan tindak pidana korupsi tersebut dilakukan secara bersama-sama," ungkap Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Setia Unsung Arimuladi.

Penduduk di Desa Ini 'Meleleh' Jika Kena Sinar Matahari!

Penduduk di Desa Ini 'Meleleh' Jika Kena Sinar Matahari!


DREAMERSRADIO.COM - Alergi terkena sinar matahari merupakan hal yang sering ditemui. Namun bagaimana jadinya jika kita meleleh setiap kali terkena sinar matahari? Memang tak mungkin rasanya, tapi ini lah yang terjadi di sebuah desa di Brazil bernama desa Araras.

Desa Araras di Sau Paulo, Brazil, memiliki populasi terbesar di mana penduduknya terkena penyakit kulit yang cukup lama bernama xeroderma pigmentosum (XP). Kondisi ini bersifat turun-temurun dan membuat korbannya sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet matahari.

Orang yang menderita XP menjadi sangat rentan terhadap kanker kulit dan tidak dapat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari, yang membuat kulit mereka kemerahan, mentah dan tak sedap dipandang, seperti dikutip Daily Mail.

Karena Araras merupakan desa yang bergantung pada komunitas petani tropis, maka pekerjaan di luar ruangan pun tak bisa dihindari. Kebanyakan penduduknya terpaksa harus menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan dan bertahan di bawah sinar matahari yang menusuk.

Dari 800 penduduk, sekitar 20 orang menderita penyakit ini, salah satunya adalah seorang pria berusia 38 tahun bernama Antonio Jardim yang telah menderita penyakit ini selama beberapa tahun. “Aku selalu terekspos matahari, bekerja, bercocok tanam, bertani, dan merawat sapi. Seiring waktu berlalu, kondisiku semakin parah,” tuturnya.

Jardim sendiri telah mengalami gejala penyakit ini saat umurnya 9 tahun, dan mulai tumbuh bercak-bercak dengan ukuran tak wajar dan benjolan di wajahnya. Sayangnya, ia tak bisa melindungi tubuhnya dan membuat penyakitnya semakin parah.

 Penyakit ini bahkan telah ‘melahap’ kulit bibir, hidung, pipi, dan mata Jardim. Penyakit inipun tidak hanya menyerang kulit. Sekitar satu dari lima pasien juga menderita kejang otot, tuli, dan lambatnya pertumbuhan.

Kini untuk mecegah timbulnya penyakit tersebut, warga pun berusaha untuk berhati-hati mungkin saat ke luar rumah di siang hari, seperti memastikan telah menggunakan baju lengan panjang, masker, dan bahkan sebisa mungkin hanya keluar di malam hari.
(ctr/photo: Daily Mail)

Dituduh Menggoda Mudjie Massaid, Wajah Baby Margaretha Disiram Air

Dituduh Menggoda Mudjie Massaid, Wajah Baby Margaretha Disiram Air


KEHOBOHAN terjadi di acara ramah tamah dan syukuran film "Main Dukun" di FX Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5).

Di tengah jumpa pers, saat tanya jawab antara pemain dengan wartawan, tiba-tiba model seksi Amel Alvi berdiri dan langsung menyiram segelas air ke wajah Baby Margaretha.
Padahal saat itu produser film "Main Dukun", Shankar RS sedang berbicara panjang menjelaskan soal film horor seks terakhir yang digarapnya.Baby yang duduk disamping Mudjie Masaaid, sejajar dengan Amel, terlihat syok dan menangis mendapat perlakuan yang memalukan.

Amel merasa cemburu melihat Baby yang bicara bisik-bisik dengan Mudjie, kekasih barunya itu.
"Dari kemarin gangguin pacar saya mulu, Pak," ujar Amel dengan wajah kesal saat dilerai oleh Shankar.Mudjie juga berusaha meredam emosi kekasihnya. Adik kandung almarhum Adjie Massaid itu langsung membawa Amel pergi jauh.

"Gue enggak ikutan kalau yang ini. Gue pulang aja ya. Kagak enak nih kalau kebawa-bawa," kata Julia Perez, salah satu pemain "Main Dukun" yang ada di tempat yang sama.
Melihat kejadian tersebut, puluhan wartawan yang ada di lokasi tidak merasa kaget ada "kerusuhan" dalam film produksi Shankar.Pasalnya, ini bukan pertama kali artis berkelahi saat promo film yang diproduksi Shankar. Salah satunya peristiwa cakar-cakaran Jupe dan Depe yang diakui oleh keduanya hanya untuk promo film.
(pri/gur)

Bayi Warga Miskin di Aceh Jadi Sasaran Sindikat untuk Dijual Senin, 12 Mei 2014 10:12

Bayi Warga Miskin di Aceh Jadi Sasaran Sindikat untuk Dijual

Senin, 12 Mei 2014 10:12 WIB

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Aparat Polresta Banda Aceh, sukses membongkar sindikat penjualan bayi yang melibatkan seorang nenek berusia 59 tahun berinisial M asal Aceh Jaya.
Kepala Polresta Banda Aceh Komisaris Moffan mengatakan, sindikat tersebut menyasar bayi warga-warga miskin dan juga pasangan luar nikah.
"Pelaku berasal dari Gampong Neuheun, dan memang sudah lama dicurigai warga setempat. Sebab, ada perempuan yang terlihat masuk ke rumah pelaku yang awalnya hamil, setelah beberapa hari kemudian perutnya kempis," kata Moffan, Minggu (11/5/2014).
Ia menjelaskan, Nenek M biasanya menyasar bayi milik warga miskin atau hasil hubungan luar nikah.
Pelaku, kata dia, mengatakan pada si orangtua bayi mau membantu biaya persalinan, pengobatan pascapersalinan, dan mencarikan orangtua asuh.
"Bagi perempuan yang hamil di luar nikah, aksi M itu sangat membantu karena menutup aib. Sedangkan kepada warga miskin, M berdalih membantu mencarikan orangtua yang bisa menghidupi bayi secara layak," terangnya. (mir/nasir nurdin)

Penggemar Justin Bieber Minta Cium Pipi, Malah Berujung Ciuman Bibir

Penggemar Justin Bieber Minta Cium Pipi, Malah Berujung Ciuman Bibir


Para penggemar bisa melakukan apapun untuk menarik perhatian idola dan bintang kesayangan mereka. Seperti yang dilakukan seorang remaja perempuan ini, yang begitu jatuh cinta pada sosok Justin Bieber.
Melalui akun Instagram pribadinya, Bieber mengunggah sebuah foto menampilkan potret dirinya dan remaja ini dengan bibir saling menempel satu sama lain. Menyertai foto itu Bieber menyertakan keterangan singkat atas kejadian ini.
"She told me to give her a kiss on the cheek and she turned lol #cheeky," tulisnya.
Ternyata ciuman bibir ini awalnya terjadi karena penggemarnya meminta Bieber untuk memberikan ciuman pada pipi. Namun saat Bieber melakukannya, remaja ini malah membalikkan wajahnya, sehingga menyebabkan Bieber malah secara tak sengaja mencium bibirnya.
Foto yang diunggah Senin (12/5) ini menuai banyak komentar, kebanyakan menunjukkan rasa iri terhadap remaja perempuan ini. Seperti yang disampaikan @halawshee, "Ughhhhhh I hate her."
Serta salah seorang pemilik akun lainnya, @zakiahmustapha yang  menyertakan mengutip potongan lirik lagu Bieber, "That Should Be Me" berisi komentar, "THAT SHOULD BE ME FEELING YOUR KISS, THAT SHOULD BE THAT SHOULD BE MEE????????"
(tika/yb)

Kaki Terlindas Mobil, Rezeki Rp 300 Juta Artis Ini Menguap Sia-sia

Kaki Terlindas Mobil, Rezeki Rp 300 Juta Artis Ini Menguap Sia-sia


TRIBUNNEWS.COM - Artis Nabilla Gomez terpaksa harus istirahat total, paling tidak tiga minggu, setelah kaki kirinya terlindas ban mobil yang disetiri seorang sopir acara TV "Tukul Jalan-jalan."
Sekarang, atas saran dokter ortopedi yang menanganinya, presenter program Plesir (MNCTV) ini tidak boleh nekad mengisi acara. Ia harus istirahat minimal tiga minggu untuk proses pemulihan.
"Solusi dari dokter sekarang seperti ini harus digips dan minimal tiga minggu istirahat," kata Nabilla yang terpaksa harus membatalkan banyak kontrak mengisi di acara televisi dan manggung di luar kota.

"Kalau on air ( acara di televisi) nggak terlalu ya, yang gede itu kan job off air, ya lumayan sih nilainya," kata Nabilla yang gara-gara cidera kakinya, sedikitnya Rp 300-an juta melayang.
"Yang lumayan job di off air karena aku dapat job di beberapa kota. Termasuk di NTT (Nusa Tenggara Timur) aku ada job untuk 10 titik di sana. Tapi mau bagaimana lagi? Namanya musibah," kata Nabilla berharap jelang kampanye Pilpres 2014 mendatang kakinya sudah pulih dan bisa manggung lagi.Dan waktu istirahatnya ini, dimanfaat Nabilla untuk menyelesaikan single religinya. Lagu berjudul Cintai Yang Satu ini, ia persiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadan mendatang.

"Lagu religi sebenarnya aku persiapkan sudah lama. Aku buat untuk menerima job untuk acara-acara tabliq akbar. Karena selama ini aku tolak karena aku belum punya lagu sendiri. Ini kebetulan momen juga pas mau Ramadan jadi sekalian saja," kata Nabilla. Dan single religi milik biduan yang mengaku masih single alias belum punya pacar ini, dikemas dalam konsep musik akustik dibalut alunan alat musik biola dan suling.
Agung Nugroho