Kamis, 14 Maret 2013

Tanya:
Saya wanita berusia 23 tahun, tinggi badan 169 cm, berat badan 48 kg. Selama ini saya selalu berusaha diet untuk menggemukkan badan, tetapi saya mengalami kesulitan. Frekuensi makan saya sebanyak 3 kali dalam sehari dengan porsi sedang. Terkadang memang jam makan kurang teratur dikarenakan pekerjaan, tetapi frekuensi tetap saya usahakan minimal 3 kali dalam waktu yang berbeda. Susu selalu saya konsumsi minimal 1 gelas perhari. Tidur malam kurang lebih 6-7 jam perhari.

Dari segi kesehatan, saya tergolong sehat karena tidak mempunyai riwayat penyakit seperti TBC, asma, maupun penyakit lainnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara diet yang tepat agar berat badan saya segera naik?
Karena saya terlihat sangat kurus dan hal ini sangat membuat saya kurang PD. Apa mungkin saya cacingan?

Linda


Jawab:
Halo Linda,

Indeks massa tubuh anda memang termasuk berat badan kurang. Ukuran ini dinilai berdasarkan berat badan dan tinggi badan.

Berat badan yang kurang bisa disebabkan karena tingkat metabolisme yang tinggi akibat aktivitas yang meningkat, asupan makanan yang kurang, dan adanya penyakit penyerta. Penyakit yang saya maksud seperti cacingan, diabetes, gangguan thyroid, serta penyakit kronis lainnya.

Pada kasus Anda, sebaiknya ubah dulu pola hidup Anda dengan cara:

- Naikkan asupan kalori hingga 2200 kalori perhari. Kalori didapatkan dari karbohidrat (seperti nasi, roti, kentang), protein (seperti susu, ayam, daging, telur dan kacang-kacangan), lemak (hindari lemak trans yang sering terdapat pada fastfood).
- Minum susu 3 kali sehari
- Air putih 2 liter perhari
- Olahraga secara teratur, 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Olahraga bisa seperti berjalan pagi.
- Cukup tidur
- Hindari stress.

dr. Fresia JuwitasariJika dengan cara di atas berat badan Anda tidak naik, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Karena selama tidak ada penyakit penyerta, Anda seharusnya bisa menaikkan berat badan.

Semoga membantu.


dr. Fresia Juwitasari
www.meetdoctor.com
Tanya:
Saya wanita berusia 23 tahun, tinggi badan 169 cm, berat badan 48 kg. Selama ini saya selalu berusaha diet untuk menggemukkan badan, tetapi saya mengalami kesulitan. Frekuensi makan saya sebanyak 3 kali dalam sehari dengan porsi sedang. Terkadang memang jam makan kurang teratur dikarenakan pekerjaan, tetapi frekuensi tetap saya usahakan minimal 3 kali dalam waktu yang berbeda. Susu selalu saya konsumsi minimal 1 gelas perhari. Tidur malam kurang lebih 6-7 jam perhari.

Dari segi kesehatan, saya tergolong sehat karena tidak mempunyai riwayat penyakit seperti TBC, asma, maupun penyakit lainnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara diet yang tepat agar berat badan saya segera naik?
Karena saya terlihat sangat kurus dan hal ini sangat membuat saya kurang PD. Apa mungkin saya cacingan?

Linda


Jawab:
Halo Linda,

Indeks massa tubuh anda memang termasuk berat badan kurang. Ukuran ini dinilai berdasarkan berat badan dan tinggi badan.

Berat badan yang kurang bisa disebabkan karena tingkat metabolisme yang tinggi akibat aktivitas yang meningkat, asupan makanan yang kurang, dan adanya penyakit penyerta. Penyakit yang saya maksud seperti cacingan, diabetes, gangguan thyroid, serta penyakit kronis lainnya.

Pada kasus Anda, sebaiknya ubah dulu pola hidup Anda dengan cara:

- Naikkan asupan kalori hingga 2200 kalori perhari. Kalori didapatkan dari karbohidrat (seperti nasi, roti, kentang), protein (seperti susu, ayam, daging, telur dan kacang-kacangan), lemak (hindari lemak trans yang sering terdapat pada fastfood).
- Minum susu 3 kali sehari
- Air putih 2 liter perhari
- Olahraga secara teratur, 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Olahraga bisa seperti berjalan pagi.
- Cukup tidur
- Hindari stress.

dr. Fresia JuwitasariJika dengan cara di atas berat badan Anda tidak naik, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Karena selama tidak ada penyakit penyerta, Anda seharusnya bisa menaikkan berat badan.

Semoga membantu.


dr. Fresia Juwitasari
www.meetdoctor.com

Cara Mengukur Berat Badan Ideal

BMI atau body mass index seseorang, diukur berdasarkan berat dan tinggi badan. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui apakah berat badan seseorang underweight (di bawah normal), normal, overweight (di atas normal), atau obese (jauh di atas normal). BMI tidak diukur berdasarkan jenis kelamin ataupun usia. BMI juga tidak bisa dihitung jika orang tersebut dalam keadaan hamil, pada olahragawan, dan anak-anak, karena mereka masih dalam tahap tumbuh kembang.

Rumus perhitungan BMI adalah:

berat badan : (tinggi badan/100)2
Sebagai contoh, jika berat badan seseorang 50 kg dan tinggi badannya 160 cm, cara menghitung BMI-nya sebagai berikut:
BMI = 50 dibagi (160/100)2 = 50:2,56 = 19,53

Jika hasil perhitungannya di bawah 17, orang tersebut dikatakan underweight. Jika angkanya antara 18 hingga 21, maka indeks massa tubuhnya normal. Jika angkanya di atas 25, orang tersebut overweight, dan jika di atas 29 artinya orang tersebut sudah mengalami obesitas.

Underweight
Underweight atau berat badan dibawah normal bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, mengalami penyakit tertentu (misalnya diabetes), kekurangan nutrisi, atau mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia ataupun bulimia. Agar berat badan bisa kembali normal, hal pertama yang harus dilakukan ialah mencari apa yang menjadi penyebabnya, misalnya jika ternyata orang tersebut mengalami anoreksia atau diabetes, gangguan tersebut harus disembuhkan lebih dulu.

Normal weight
Pertahankan berat badan yang normal dengan menjaga asupan Anda. Konsumsilah protein, lemak dan karbohidrat secukupnya, perbanyak makan sayuran, buah, dan banyak minum air putih, setidaknya 8 gelas sehari. Air amat dibutuhkan, karena 90% tubuh terdiri dari air. Dengan jumlah air yang cukup, lambung akan merespon dengan memberikan rasa kenyang, sehingga bisa membantu menekan selera makan.

Olahraga dan istirahat yang cukup juga diperlukan. Istirahat yang baik ialah dengan tidur nyenyak 5-8 jam di malam hari. Jika Anda mendengkur saat tidur atau sering terbangun, artinya tidur Anda kurang berkualitas. Hindari begadang karena justru akan membuat tubuh menjadi gemuk, karena metabolisme tubuh Anda yang seharusnya beristirahat, malah bekerja.

Overweight dan obese
Kegemukan diawali dengan pola makan yang tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani (seperti daging merah) dan yang tinggi karbohidrat (seperti nasi, mi, dan pasta).
“Lemak yang menumpuk, terutama di sekitar pinggang, bisa memicu banyak penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, dan asam urat. Penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang akan memicu penyakit jantung koroner”, ujar dr. Witri Rahmania.

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan, segera turunkan secara perlahan dan bertahap. Yang paling penting adalah dengan menjaga pola makan, yaitu mengurangi karbohidrat, mengonsumsi lebih banyak serat, banyak minum air putih, dan berolahraga secara teratur.

Cara Mengukur Berat Badan Ideal

BMI atau body mass index seseorang, diukur berdasarkan berat dan tinggi badan. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui apakah berat badan seseorang underweight (di bawah normal), normal, overweight (di atas normal), atau obese (jauh di atas normal). BMI tidak diukur berdasarkan jenis kelamin ataupun usia. BMI juga tidak bisa dihitung jika orang tersebut dalam keadaan hamil, pada olahragawan, dan anak-anak, karena mereka masih dalam tahap tumbuh kembang.

Rumus perhitungan BMI adalah:

berat badan : (tinggi badan/100)2
Sebagai contoh, jika berat badan seseorang 50 kg dan tinggi badannya 160 cm, cara menghitung BMI-nya sebagai berikut:
BMI = 50 dibagi (160/100)2 = 50:2,56 = 19,53

Jika hasil perhitungannya di bawah 17, orang tersebut dikatakan underweight. Jika angkanya antara 18 hingga 21, maka indeks massa tubuhnya normal. Jika angkanya di atas 25, orang tersebut overweight, dan jika di atas 29 artinya orang tersebut sudah mengalami obesitas.

Underweight
Underweight atau berat badan dibawah normal bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, mengalami penyakit tertentu (misalnya diabetes), kekurangan nutrisi, atau mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia ataupun bulimia. Agar berat badan bisa kembali normal, hal pertama yang harus dilakukan ialah mencari apa yang menjadi penyebabnya, misalnya jika ternyata orang tersebut mengalami anoreksia atau diabetes, gangguan tersebut harus disembuhkan lebih dulu.

Normal weight
Pertahankan berat badan yang normal dengan menjaga asupan Anda. Konsumsilah protein, lemak dan karbohidrat secukupnya, perbanyak makan sayuran, buah, dan banyak minum air putih, setidaknya 8 gelas sehari. Air amat dibutuhkan, karena 90% tubuh terdiri dari air. Dengan jumlah air yang cukup, lambung akan merespon dengan memberikan rasa kenyang, sehingga bisa membantu menekan selera makan.

Olahraga dan istirahat yang cukup juga diperlukan. Istirahat yang baik ialah dengan tidur nyenyak 5-8 jam di malam hari. Jika Anda mendengkur saat tidur atau sering terbangun, artinya tidur Anda kurang berkualitas. Hindari begadang karena justru akan membuat tubuh menjadi gemuk, karena metabolisme tubuh Anda yang seharusnya beristirahat, malah bekerja.

Overweight dan obese
Kegemukan diawali dengan pola makan yang tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani (seperti daging merah) dan yang tinggi karbohidrat (seperti nasi, mi, dan pasta).
“Lemak yang menumpuk, terutama di sekitar pinggang, bisa memicu banyak penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, dan asam urat. Penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang akan memicu penyakit jantung koroner”, ujar dr. Witri Rahmania.

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan, segera turunkan secara perlahan dan bertahap. Yang paling penting adalah dengan menjaga pola makan, yaitu mengurangi karbohidrat, mengonsumsi lebih banyak serat, banyak minum air putih, dan berolahraga secara teratur.

Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Calon ibu yang terlalu sering memakai telepon seluler saat hamil bisa mengakibatkan anaknya lahir membawa sifat hiperaktif. Peneliti meyakini radiasi dari telepon genggam dapat merusak perkembangan otak bayi di dalam kandungan.
Profesor Hugh Taylor dari Universitas Yale mengungkapkan radiasi telepon genggam dapat membuat si jabang bayi memiliki memori yang rendah, rasa cemas, dan perilaku buruk.

The Sun melaporkan, Jumat (16/3), kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan percobaan pada tikus yang tengah mengandung. Bayi tikus yang lahir mengalami masalah memori dan kegelisahan setelah lahir. Hal serupa tidak terjadi pada anak tikus yang ibunya tidak mendapatkan radiasi ponsel.

"Kami telah melihat ada masalah perilaku yang menyerupai ADHD terhadap anak tikus yang mendapat paparan radiasi ponsel saat masih berada di rahim," kata Taylor.
ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perkembangan dalam aktivitas motorik anak. Penyakit ini membuat perilaku anak cenderung berlebihan.
Hal ini merupakan bukti eksperimental yang pertama. Selain berpengaruh pada si jabang bayi, paparan radiasi juga mempengaruhi orang dewasa. Namun, Profesor Eric Taylor dari King's College London mengatakan ponsel tidak bisa disalahkan atas peningkatan kadar ADHD dalam anak.

Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Calon ibu yang terlalu sering memakai telepon seluler saat hamil bisa mengakibatkan anaknya lahir membawa sifat hiperaktif. Peneliti meyakini radiasi dari telepon genggam dapat merusak perkembangan otak bayi di dalam kandungan.
Profesor Hugh Taylor dari Universitas Yale mengungkapkan radiasi telepon genggam dapat membuat si jabang bayi memiliki memori yang rendah, rasa cemas, dan perilaku buruk.

The Sun melaporkan, Jumat (16/3), kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan percobaan pada tikus yang tengah mengandung. Bayi tikus yang lahir mengalami masalah memori dan kegelisahan setelah lahir. Hal serupa tidak terjadi pada anak tikus yang ibunya tidak mendapatkan radiasi ponsel.

"Kami telah melihat ada masalah perilaku yang menyerupai ADHD terhadap anak tikus yang mendapat paparan radiasi ponsel saat masih berada di rahim," kata Taylor.
ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perkembangan dalam aktivitas motorik anak. Penyakit ini membuat perilaku anak cenderung berlebihan.
Hal ini merupakan bukti eksperimental yang pertama. Selain berpengaruh pada si jabang bayi, paparan radiasi juga mempengaruhi orang dewasa. Namun, Profesor Eric Taylor dari King's College London mengatakan ponsel tidak bisa disalahkan atas peningkatan kadar ADHD dalam anak.

Mendinginkan Kosmetik dalam Kulkas, Perlukah?

Akhir-akhir ini teknologi kecantikan pun semakin berkembang dengan terciptanya beragam inovasi dalam dunia kecantikan. Salah satu inovasi yang terbaru adalah kulkas khusus untuk produk kosmetik. Really? Yes, indeed! Kulkas khusus kosmetik ini datang dari LA Closet Design yang memproduksi kulkas tersebut dengan sentuhan yang mewah. Mau tahu harganya? Kalau kamu memang tertarik membelinya, siapkan saja uang $2.075 atau seharga Rp20juta untuk satu buah kulkas super mewah ini. So pricey!

Inovasi ini tentunya didasari dengan kebiasaan perempuan yang suka menyimpan produk kecantikan mereka di kulkas. Cara ini pasti umum dilakukan bagi kamu yang melakukan perawatan ke dokter kulit dan mendapatkan produk perawatan kulit langsung dari racikan sang dokter. Beberapa dokter pasti merekomendasikan untuk menyimpan deretan produk tersebut di dalam kulkas agar lebih terjaga, tetap awet, serta tidak berjamur.

Bagaimana dengan produk yang biasa kita beli dari pasaran? Apakah produk-produk ini juga perlu disimpan di dalam kulkas dengan alasan yang sama layaknya produk kecantikan dari dokter? Menurut Tussy Inggriani, Beauty Specialist dari Oriflame, menjelaskan bahwa tidak semua produk yang perlu penyimpanan seperti ini. “Di Oriflame, produk-produk seperti day cream, nite cream, dan serum itu tidak perlu dimasukan ke dalam kulkas. Satu hal yang penting, penyimpanan rapi dan tidak terkontaminasi udara,” jelasnya kepada FIMELA.


Lalu produk seperti apa yang lebih baik disimpan di dalam kulkas? “Produk yang bisa kamu masukkan ke dalam kulkas itu seperti toner or penyegar,” tambahnya. Mengapa? Karena jika dimasukkan ke dalam kulkas, toner ini pun akan lebih maskimal sebagai penyegar, peringkas pori, dan juga sekaligus mengurangi kelebihan minyak di wajah. Toner yang dimasukkan ke dalam kulkas ini juga akan terasa lebih dingin dan bisa membuat wajah terasa lebih segar. Begitu dikeluarkan, sebaiknya digunakan setelah beberapa saat sesuai dengan suhu ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kulit kering dan terjadinya iritasi pada kulit.

Lalu, bagaimana dengan makeup? Apakah ada produk makeup yang bisa dimasukkan ke dalam kulkas? Tussy pun mengatakan bahwa tidak ada makeup yang seperlu itu untuk dimasukkan ke dalam kulkas. Ada yang bilang kalau cat kuku adalah salah satu produk makeup yang perlu dimasukkan ke kulkas. Jawabannya? Tidak perlu. Menurut Tussy, justru jika cat kuku dimasukkan ke dalam kulkas malah akan membuat cat kuku ini membuat kering. Sama halnya yang terjadi pada lipstik. Kalau parfum? Tahukah kamu, justru parfum sebaiknya tidak seharusnya berada di dalam ruangan yang lebih dingin. “Cukup simpan parfum di dalam suhu ruangan dan kemasannya tertutup rapat,” tutup Tussy.

Nah, sudah tahu kan produk mana yang bisa dimasukkan ke dalam kulkas, mana yang sebaiknya jangan. Rawat produk kecantikan kamu dengan meletakkannya pada tempat yang seharusnya ya!